Cara Mengoptimalkan Cahaya Alami Pada Rumah


Untuk pencahayaan alami yang baik, sebuah ruangan harus memiliki bukaan dengan luas minimal 20% dari luas lantai ruangan. Luas minimal tersebut berlaku pula untuk bukaan atap. 

Ambil contoh sebuah kamar tidur dengan luas 15m2, ruang itu membutuhkan bukaan dengan luas 3m2. Bukaan ini dapat berupa sebuah jendela berukuran 80cmx200cm dan skylight berukuran 20cmx60cm.
Berikut ini tiga bagian dalam ruang yang memerlukaan bukaan untuk pencahayaan alami.

1. Sistem & Model Bukaan Plafon dan Atap

Rumah pada pemukiman padat, dengan bangunan berdempetan, seringkali punya masalah dengan pencahayaan. Bukaan hanya terdapat di bagian depan bangunan, karena pada Sisi kiri, kanan, dan belakang, dinding menempel dengan rumah tetangga. Tak mungkin diberi jendela. Pada kondisi ini, bukaan atap dan plafon, berupa skylight, akan sangat membantu memasukkan cahaya ke rumah.

Untuk atap datar dengan dak beton, skylight dibuat dengan memberi lubang pada dak beton tersebut. Rangka dari besi hollow dipasang dengan sekrup pada tepi lubang. Selanjutnya, penutup skylight (kaca atau polikarbonat) disekrup di atas rangka tersebut dan diberi sealant. Pada atap miring, lembaran kaca atau polikarbonat dipasang bertumpu pada reng, atau modul besi hollow yang dipasang ke rangka atap.

Perlu diperhatikan pemilihan bahan penutup skylight agar tidak membuat silau dan panas interior. Gunakan polikarbonat, akrilik, atau kaca laminasi yang meneruskan lebih sedikit cahaya dibanding kaca bening. Perhatikan pula kemiringan permukaan skylight. Minimal 2% agar air tidak menggenang. 

Selain dengan skylight, penggunaan genteng kaca juga efektif menerangi ruangan di siang hari. Genteng kaca terbuat dari kaca es. Cara pasangnya sama dengan genteng biasa, menggunakan sistem interlock yang menyesuaikan dengan genteng eksisting. 

Jika rumah Anda menggunakan genteng lembaran bergelombang, Anda bisa mengkombinasikannya dengan produk genteng lembaran transparan. Fungsinya sama seperti genteng kaca. Genteng ini terbuat dari polikarbonat, UPVC, atau polyester 

Alternatif lain adalah menggunakan jendela atap. Bentuknya seperti jendela ayun biasa yang dipasang menumpu pada reng. Mengingat jendela ini bisa dibuka-tutup, ada keuntungan ekstra yang dapat diperoleh, yaitu sirkulasi udara yang lebih baik. Untuk area servis, teras, atau carport, gunakan penutup atap dengan model kisi-kisi yang bisa dibuka tutup. Atap kisi-kisi dari aluminium tersebut dioperasikan dengan menggunakan tuas, tombol, bahkan remote control. Bukan cuma terang, sirkulasi udara jadi lebih lancar.

2. Sistem dan Model Bukaan Dinding

Dinding menjadi bagian yang paling potensial untuk bukaan. Selain memudahkan cahaya masuk, dinding bukaan berpotensi menciptakan sistem sirkulasi udara Silang (cross ventilation). Sebuah ruang memerlukan bukaan yang ditempatkan pada dinding yang saling berseberangan. Ini agar cahaya menjangkau ruangan secara merata dan tidak ada area yang gelap. Apalagi pada ruangan yang cukup lebar penempatan bukaan juga memperhatikan orientasi rumah. Sebaiknya bukaan ditempatkan pada orientasi utara atau selatan. Dengan begini cahaya silau dan panas yang datang dari timur dan barat bisa dikurangi. Lain lagi jika bukaan terletak pada orientasi timur atau barat, bukaan tersebut memerlukan pelindung berupa kanopi, secondary skin, dan vegetasi.

Model bukaan dinding bisa berupa jendela, coakan, atau dengan glass block yang disemen ke dinding. Jendela punya beragam tipe. Mulai dari jendela ayun, jendela mati, hingga jendela geser (sliding) yang menggunakan rel. Untuk menghemat ruang, misalnya untuk di samping rumah yang berdekatan dengan tembok, jendela geser adalah pilihan pas. Tidak menyita ruang, sebab daun jendelanya membuka ke samping, bukan ke depan.

Coakan atau sobekan dinding dihasilkan dengan melubangi dinding. Lubang tersebut dapat dibiarkan terbuka, atau ditutup Iagi dengan kaca. Bentuknya bisa bermacam-macam, dapat disesuaikan dengan selera dan desain rumah Anda. Sobekan pada dinding ditempatkan tersebar, sesuai dengan kebutuhan ruang dan area tertentu yang butuh penerangan. Bisa juga secara acak sebagai elemen estetika.

Fungsi yang sama dengan sobekan dinding juga dapat diperoleh dengan memasang roster atau terawang pada dinding. Lubang-lubang pada roster meneruskan cahaya ke dalam ruangan, sekaligus mengalirkan angin ke dalam rumah.

3. Sistem dan Model Bukaan Lantai Atas

Bukaan pada lantai bukanlah hal baru. Bukaan berupa lantai kaca cukup membantu menerangi interior secara alami. Cahaya dari bukaan di atap atau plafon diteruskan ke lantai dua, kemudian diteruskan ke ruangan di lantai satu.

Membuat bukaan di lantai dua bisa dilakukan dengan memasang lantai kaca atau glass block. Untuk membuat lantai kaca diperlukan rangka yang kuat dan benar-benar rata permukaannya. Permukaan rangka yang rata sangat penting agar beban yang dipikul kaca terbagi merata. Selain itu, jenis kaca yang digunakan harus jenis yang tepat dengan ketebalan berkisar 16mm-20mm. Misalnya kaca tempered atau laminate.

Rangka lantai kaca menggunakan besi WF atau rangka baja profil I untuk bentang yang lebar. Untuk bentang yang pendek, besi hollow yang dirangkai dengan pola grid sudah cukup membantu. Lembaran kaca dipasang ke rangka dengan menggunakan sekrup dan mendapat sealant.

Prinsip kerja dan aplikasi lantai glass block sedikit mirip dengan lantai kaca. Sebelum glass block dipasang ke lantai, Anda perlu menyiapkan rangka penyangganya berupa besi plat atau besi beton. Pemasangan ini bisa dilakukan bersamaan dengan proses pembuatan dak. Rangka besi disusun dalam bentuk kotak-kotak, dengan ukuran sesuai ukuran glass block. Glass block disusun di atas rangka tersebut, kemudian antarglass block diberi nat semen atau sealant. 

Posting Komentar

0 Komentar