Masalah Dan Cara Mengatasi Rumah Yang Mendapat Sinar Matahari Berlebih

Sedikitnya ada tiga problem utama pada rumah yang mendapat sinar matahari berlebih. Pertama, rumah menjadi penyimpan suhu panas karena desain ruangan dan bukaan tidak tepat. Kedua, cahaya silau yang dihasilkan dari letak bukaan yang keliru. Dan ketiga, orientasi hadap Barat yang tidak diantisipasi dengan baik.

Masing-masing problem sebenarnya dapat diatasi dengan cara mudah. Berikut ini kami paparkan solusi dari tiga problem tersebut.


Solusi Rumah Panas
Suhu panas di rumah bisa terjadi akibat konveksi dan radiasi matahari. Panas matahari masuk ke dalam rumah melalui jendela, dinding, dan atap, kemudian terperangkap dan memanaskan interior rumah. Suhu panas itu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni. Beberapa kiat mengurangi radiasi panas matahari yang berlebih adalah :
  1. Tempatkan ventilasi pada bidang dinding yang berseberangan (cross ventilation). Luas ideal ventilasi pada ruang adalah 5% dari luas lantai ruangan. Umpama ruang keluarga Anda luasnya 20m2, maka Anda akan membutuhkan ventilasi dengan luas 5% dari 20m2, yaitu sebesar 1 m2. Usahakan agar ventilasi selalu terbuka dan berfungsi selama 24 jam. Beri penutup kasa untuk mencegah serangga masuk ke rumah.
  2. Gunakan sekat semi transparan, atau bahkan hilangkan sekat pada ruang tamu, dapur dan ruang keluarga. Ini akan memperlancar sirkulasi udara. Perhatikan juga komposisi furnitur terhadap ukuran ruangan dan penempatannya agar tidak menggangu sirkulasi udara.
  3. Rumah dengan atap dan plafon yang tinggi cenderung lebih dingin. Ruang di bawah atap berfungsi sebagai bantalan udara, yang menghambat radiasi panas ke rumah. Penting juga memberi lubang pada gunungan (sopi-sopi), sehingga angin bisa masuk dan mendinginkan ruang di bawah atap. Pilih genteng dengan warna cerah dan ber-glazur yang dapat memantulkan cahaya lebih banyak.
  4. Untuk mengurangi rambatan panas dari luar, beri perlindungan pada dinding dengan menggunakan vegetasi dan tirisan atap yang lebar. Akan lebih baik jika dinding diberi jarak sekitar 90cm-120cm sebagai selasar rumah. Panas matahari jadi tidak langsung mengenai dinding.
  5. Kurangi radiasi dan konveksi panas matahari pada atap, Beri lapisan insulasi di bawah genteng. Untuk kasus tertentu, misalnya, di daerah yang terik mataharinya begitu tinggi, insulasi dapat dipasang dalam dinding. Insulasi berbahan aluminium foil cukup efektif merefleksikan panas hingga 97%.
  6. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan turbin ventilator untuk membantu menghisap udara panas dari rumah melalui atap. Berbeda dengan exhaust, turbin ini bekerja dengan tenaga angin, tanpa listrik.

Menghalau Silau
Intensitas cahaya yang berlebih pada ruang bisa mengakibatkan silau. Dampaknya adalah ketidaknyamanan visual. Mata menjadi cepat lelah. Untuk itu diperlukan penghalang dan penyaring sinar matahari yang masuk ke ruangan.
  1. Tempatkan kanopi pada jendela. Sesuaikan bentuk dan ukurannya dengan arah datang cahaya matahari. Jika cahaya datang dari samping, sebaiknya gunakan desain kanopi pada tiga sisi: atas, kiri, dan kanan jendela. Anda dapat membuat kanopi permanen dengan beton atau rangka kayu, atau yang semi permanen berpenutup terpal yang tinggal disekrup ke dinding. Ukuran kanopi jendela berkisar 60cm-120cm.
  2. Untuk rumah dengan atap miring, sebaiknya tritisan atap dibuat lebar, sehingga bisa melindungi jendela dari terik matahari. Tritisan sebaiknya melebar ke timur dan barat, arah datangnya sinar matahari. Pada rumah dengan desain atap datar, proteksi yang sama bisa diperoleh dengan membuat overstek.
  3. Efek silau dari jendela bisa dikurangi dengan memasang solar screen window blind. Window blind akan mereduksi sebagian sinar matahari yang masuk ke ruangan. Silau bisa dikurangi tapi ruangan tetap terang.
  4. Gunakan kaca warna yang bisa menyaring cahaya. Harganya memang lebih mahal dibanding kaca biasa. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan kaca film atau stiker kaca. Untuk skylight, gunakan akrilik atau polikarbonat yang meneruskan relatif lebih sedikit cahaya dibanding kaca.
  5. Pasang krepyak, kisi-kisi, jalusi, atau louvre, di luar jendela, untuk menyaring sinar matahari. Pemasangannya bisa vertical atau horizontal, sesuai dengan desain yang Anda inginkan. Jangan menempatkan alat-alat ini di dalam jendeia, karena dapat menyebabkan panas terperangkap dan menghangatkan ruangan. 
  6. Warna interior juga bisa mengakibatkan silau. Jika cahaya yang masuk ke rumah cukup banyak, kurangi pemilihan warna putih atau warna terang pada lantai, dinding, dan plafon. Warna putih dan warna cerah dapat merefleksikan cahaya yang dapat menimbulkan silau. Gunakanlah warna yang agak gelap. 

Solusi Rumah Hadap Barat 
Rumah hadap barat seringkali punya masalah dengan suhu ruang yang tinggi. Pasalnya bagian wajah rumah mendapat sinar matahari langsung, dari Siang hingga sore hari. Panas yang diserap bangunan sepanjang hari kemudian diteruskan ke dalam rumah. Akibatnya, rumah menjadi panas pada sore dan malam hari. Ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi ini.
  1. Tempatkan bukaan di Sisi utara dan selatan bangunan, Hindari menempatkan banyak bukaan di bagian barat dan timur yang terekpos langsung sinar matahari. Ini untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke rumah. Beri pelindung atau penutup pada bukaan yang menghadap ke barat.
  2. Beberapa arsitek membuat dinding yang lebih tebal untuk bagian rumah yang menghadap barat demi menghambat rambatan panas. Alternatif lainnya, gunakan beton ringan aerasi untuk dinding. Beton ringan aerasi punya ketahanan termal 3 kali lebih baik dibanding bata dengan ketebalan yang sama. Panas dari luar dapat dihambat masuk ke rumah.
  3. Menanam vegetasi di halaman adalah salah satu solusi sederhana melindungi bangunan dari panas matahari. Paling baik menggunakan pohon dengan percabangan yang rapat, seperti glodogan atau bauhinia. Namun perlu diperhatikan, jangan terlalu dekat bangunan, karena perakaran pohon bias merusak pondasi. Jika halaman Anda sempit, tanaman yang dirambatkan di fasad bangunan bisa jadi pilihan yang pas. Anda bisa menggunakan tanaman nona makan sirih, sirih gading, atau kuku macan yang mudah pemeliharaannya.
  4. Anda bisa menggunakan secondary skin untuk melindungi bagian rumah yang terkena matahari langsung. Penempatannya bisa di depan balkon, jendela, atau dinding fasad rumah. Sesuaikan desainnya dengan kebutuhan rumah Anda. Ada beragam pilihan material, mulai dari papan kayu, pelat besi, aluminium, hingga bambu.
  5. Gunakan panel aluminium komposit sebagai pelapis dinding fasad. Panel aluminium komposit terdiri atas kombinasi aluminium dan polyethelene. Polyethelene inilah yang berperan sebagai insulator, sehingga panas matahari bisa dihambat. 

Posting Komentar

0 Komentar