Tahapan Perencanaan Kamar Tidur Utama Yang Benar



Kamar tidur merupakan salah satu ruang paling pribadi. Dalam sejarahnya, kamar tidur dibuat untuk tidur, beristirahat, dan kegiatan seksual. Tak heran jika kamar tidur memiliki hierarki ruang tertinggi dan dianggap paling "suci" dalam rumah tangga. Berbeda dari kamar tidur lainnya, kamar tidur utama adalah kamar yang diperuntukkan bagi kepala rumah tangga dan pasangannya dalam sebuah hunian.

Dahulu, sebuah kamar tidur ditata secara tradisional dan tidak fleksibel. Perkembangan gaya hidup modern mendorong penataan kamar tidur cenderung lebih variatif. Penerapan desain yang kompak, inovatif, dan praktis menjadi prioritas.

Fungsi kamar pun berkembang, mencakup aktivitas lain. Misalnya, menjadi area privat, tempat penghuni menghabiskan waktu bersama pasangan. Bersantai sejenak setelah lelah bekerja, bahkan juga bekerja atau membaca.

Perencanaan tidak selalu harus dibantu seorang desainer interior. Anda tentu tahu apa yang paling diinginkan untuk kamar tidur Anda. Berikut tahapan perencanaan yang dapat Anda lakukan.


KONSEP DESAIN
Pertanyaan yang tepat untuk memulai adalah "akan digunakan untuk apa kamar tidur ini?". Pertanyaan ini berkaitan erat dengan aktivitas apa yang hendak dilakukan dalam kamar. Sekadar untuk tidur dan berisitirahatkah? Atau mencakup fungsi lainnya seperti ruang untuk persiapan diri (mandi, berganti pakaian), untuk relaksasi (yoga, meditasi, membaca, menonton), bekerja, atau juga berolahraga. Informasi ini akan menunjukkan keunikan masing-masing pemilik kamar.

Keinginan mewujudkan kamar tidur impian sejak kecil dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam merencanakan atmosfernya. Begitu pula dengan pengalaman hidup seseorang. Mimpi dan harapan pun dapat diwujudkan dalam membuat konsep desain interior kamar tidur. Berawal dari titik ini, desain dan karakter kamar tidur yang diinginkan mulai terjawab perlahan. Kamar tidur akan mencerminkan karakter penghuninya.

RUANG
Besar kecilnya ruangan tidak dapat dijadikan patokan nyaman tidaknya sebuah kamar tidur. Ruang yang tersedia harus dapat mengakomodasikan seluruh kebutuhan kita. Tepat secara fungsi dan pas dari segi isi.

Fungsi utama kamar tidur adalah untuk tidur dan beristirahat. Kegiatan ini harus menjadi prioritas utama.Tidak ada ukuran baku untuk sebuah kamar tidur. Besarnya sangat bergantung pada unit hunian. Jika kamar tidur Anda tergolong ruang mungil, sebaiknya fokus ruang difungsikan untuk tidur dan berelaksasi. Sebaliknya, jika ruang yang tersedia cukup luas, fungsi ruang bisa lebih beragam.

Ruang yang tertalu besar berpengaruh secara psikis terhadap kualitas istirahat. Ruang tersebut membuat penghuninya merasa tak punya kendali terhadap lingkungan sekitarnya khususnya menjelang tidur. Tidur pun terasa kurang nyaman. Begitu pun dengan ruang mungil yang terlalu padat dapat membuat penghuninya merasa sesak dan terkungkung Oleh ruangan. Pengaruh psikis terhadap ruang seperti ini dapat diatasi dengan penataan yang tepat antara fungsi, isi (furnitur), dan ukuran ruangnya.

Tinggi ruangan juga dapat diolah dan merupakan salah satu solusi jitu untuk menjadikan kamar tidur lebih nyaman. Permainan naik turun plafon dapat menjadi visual yang menarik. Dipadukan dengan indirect light, ruangan jadi lebih elegan.


ZONING
Kamar tidur dapat dikelompokkan dalam dua zona: ruang semiprivat dan privat. Zoning ruang semiprivat meliputi small living room, area kerja, dan area baca. Area ini sifatnya lebih dinamis. Di sana dapat diberi sedikit aksen warna agar ruangan terasa ceria dan enerjik, sedangkan pencahayaannya cenderung lebih terang dan merata.

Zoning ruang yang sifatnya privat lebih tenang. Pengolahan ruang lebih ditekankan untuk mengoptimalkan kualitas istirahat. Warna-warna yang digunakan cenderung lembut dan matte (tidak glossy). Warna favorit Anda dapat diterapkan di sini. Pencahayaan ruang ditata sedemikian rupa, sehingga tingkat intensitasnya dapat diatur. Sebaiknya cukup terang untuk membaca atau agak temaram sebagai pengantar Anda tidur.

Zona privat meliputi area dressing (berpakaian), area penyimpanan, dan biasanya menyatu dengan area membersihkan diri (identik dengan keberadaan kamar mandi dalam). Ruangannya cenderung lebih tertutup, minim bukaan, dan agak tersembunyi dalam kamar tidur. Pencahayaan yang dibutuhkan cukup terang untuk ruangan dan wadah-wadah penyimpanan.


LAY OUT
Menentukan lay out kamar tidur mungkin tidak mudah. Posisikan zoning ruang dalam lay out kamar tidur. Kemudian tentukan alur pergerakan di dalam kamar tidur. Mulailah dari posisi pintu kamar sebagai akses keluar masuk dan posisi jendela terhadaP ruang. Alur gerak sebaiknya dibuat sederhana. Alur gerak linear dan terpusat sangat umum digunakan. Selanjutnya adalah penataan furnitur. Tempat tidur dapat digunakan sebagai awal peletakkän furnitur pada lay out. Tempat tidur lebih praktis jika bagian kepalanya menempel pada salah satu dinding kamar. Sisakan ruang sedikit (40cm-75cm) antara tembok dan ranjang agar mudah membersihkan tempat tidur. Posisinya pun sebaiknya sejajar dengan jendela. Sementara orientasi kepala tempat tidur menghadap ke utara. Penempatan furnitur lainnya dapat dilakukan kemudian sesuai dengan organisasi ruang.


FURNITUR
Penataan furnitur akan lebih efektif jika dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Furnitur inti umumnya terdiri atas nakas dan lemari pakaian. Furnitur Iain, seperti drawers, meja rias, sofa, bench, hingga TV, hanya menjadi pendukung jika ruangan cukup besar.

Terdapat dua jenis furnitur kamar tidur: yang loose-in dan yang built-in. Furnitur loose-in merupakan furnitur lepasan yang mudah dipindahkan. Umumnya berupa tempat tidur, nakas, atau drawers. Furnitur built-in adalah yang dibuat tertanam ke dinding secara permanen. Furnitur jenis kedua ini jelas menghemat ruang. Bentuknya, antara lain, lemari pakaian.

Material utama untuk furnitur pada kamar tidur utama dominan menggunakan kayu. Kayu solid hingga kayu lapis (plywood) dan MDF mudah ditemukan di pasaran. Kombinasi material kayu dengan kaca, stainless steel, juga besi tempa, membuat furniture tampil lebih menarik.


BUKAAN
Posisi bukaan termasuk salah satu elemen yang berpengaruh pada penataan kamar tidur. Selain pintu, bukaan pada kamar adalah jendela, lubang angin, dan skylight.

Pintu umumnya menggunakan ukuran standar, yakni berkisar 70cm-80cm (lebar) dan 21 Ocm-240cm (tingg). Jendela sebaiknya merupakan bukaan yang berhubungan langsung dengan udara luar. Sinar matahari pagi sedapat mungkin tidak langsung menyi- nari kamar. Orientasi jendela yang mengarah ke utara atau barat cukup ideal. Perhatikan intensitas cahaya matahari yang diterima ruang. Sebaiknya kamar tidur banyak menerima sinar matahari pagi. Intensitas cahaya matahari di sore hari justru membuat ruang kamar tidur terasa panas.

Ukuran jendela kamar tidur bervariasi, begitu pula dengan lubang angin. Lubang angin umumnya berbentuk kotak atau segi empat, berbahan kayu atau dikombinasikan dengan material kaca. Lubang angin sering dipasangi kawat kasa penahan nyamuk dan serangga lain.

Skylight biasanya terletak pada bagian plafon ruangan. Tertutup rapat dengan bukaan tidak terlalu besar. Cukup untuk sinar matahari menerobos masuk ke dalam ruangan. Skylight menimbulkan efek hangat pada ruangan. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, skylight berfungsi sebagai pencahayaan alami pada pagi hingga sore hari. 

Posting Komentar

0 Komentar